Pencegahan Kanker Serviks

mencegah-kanker-serviks-Nona-Hitam-Pahit

Akhir bulan Mei kemarin kita dirundung duka karena kepergian Jupe a.k.a. Julia Perez akibat kanker serviks. Dan following week, my mom passed away. Masih antara percaya nggak percaya. Rasanya kemarin kita masih bercanda dan ngobrol bareng. Sebenarnya typing gini aja berat banget. Maaf ya pengulangan. I still can’t handle it. Bukan hal mudah untuk menuangkan kata-kata ke dalam sebuah tulisan. But, let’s give it a try. Saat memulai vaksin, saya sangat semangat menggebu-gebu untuk sesegera mungkin menuliskannya. Karena bagi saya penyakit ini cukup mengerikan meskipun saya belum pernah berhubungan badan dengan lawan jenis. Sering nih ya orang berpikiran dangkal, bahwa cuma untuk orang yang sudah berhubungan badan aja yang butuh vaksin tersebut. Pada kenyataannya, buat yang belum sama sekali pun, sangat dianjurkan.

 

Baca juga: Perbedaan Sunblock dan Sunscreen

 

Sebenarnya, apa sih KANKER SERVIKS?

Menurut data dari Departemen Kesehatan, kanker serviks merupakan kanker yang muncul pada leher rahim wanita akibat virus HPV (Human Papilloma Virus). Penyakit kanker serviks dan payudara merupakan penyakit kanker dengan prevalensi tertinggi di Indonesia pada tahun 2013, yaitu kanker serviks sebesar 0,8% dan kanker payudara sebesar 0,5%. Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Maluku Utara, dan Provinsi D.I. Yogyakarta memiliki prevalensi kanker serviks tertinggi yaitu sebesar 1,5%, sedangkan prevalensi kanker payudara tertinggi terdapat pada Provinsi D.I. Yogyakarta, yaitu sebesar 2,4%. Berdasarkan estimasi jumlah penderita kanker serviks dan kanker payudara terbanyak terdapat pada Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah. Untuk penderita kanker serviks, jumlahnya juga sangat tinggi. Setiap tahun tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi di Indonesia. Itu membuat kanker serviks disebut sebagai penyakit pembunuh wanita nomor 1 di Indonesia.

Setiap wanita punya bakat kanker. Tinggal apakah kanker tersebut akan berkembang atau nggak, itu tergantung pemicunya. Pemicu bisa dari gaya hidup, makanan yang nggak sehat, dll. Untuk kanker serviks pun tidak ada pengecualian. Sebenarnya nggak semua HPV dapat menyebabkan kanker. Cuma ada beberapa jenis HPV yang berbahaya macam HPV 16 dan HPV 18. Nah, 2 HPV ini yang dapat memicu kanker serviks. Dan cara penularan si HPV ini melalui skin to skin, bersetubuh, atau oral sex. Infeksi HPV sendiri tidak mengenal usia dan nggak hanya yang sudah pernah sex saja. Tapi yang masih perawan pun bisa. Karena sifat penularannya yang telah saya jelaskan sebelumnya.

Vaksin HPV dapat diberikan pada anak laki-laki dan perempuan mulai dari usia 9-10 tahun. Sedangkan perempuan dewasa biasa diberikan sampai usia 55 tahun. Vaksin HPV merupakan serum berisi protein HPV (cangkang HPV, tidak mengandung DNA-HPV) yang dapat merangsang pembentukan imun didalam tubuh untuk melawan virus HPV. Efektivitas perlindungan terhadap kanker serviks >98% dan 100% pada kutil kelamin. Dan dibeberapa negara, vaksin ini sudah masuk list wajib dan GRATIS!

VAKSIN_HPV_GARDASIL_NONA_HITAM_PAHIT

Vaksin HPV terdiri dari 2 jenis; Gardasil dan Cervarix. Bedanya, Cervarix—vaksin bivalen, hanya mampu mencegah kita dari virus HPV tipe 16 dan 18. Vaksin ini cuma ditujukan untuk wanita. Jadwal pemberiannya pun berbeda; 0-1-6. Sedangkan Gardasil—vaksin quadrivalen, akan melindungi dari HPV 16, 18, 6, dan 11. Gardasil mampu mencegah kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV tipe 11 dan 16. Baik wanita maupun lelaki dapat diberikan vaksin Gardasil dengan jadwal pemberian; 0-2-6. Apakah yang sudah pernah sex atau menikah boleh melakukan vaksin? YA, DONG! Vaksin HPV tetap bisa dilakukan kok. Hanya saja kamu mesti pap smear dulu. Pap smear tuh semacam tes pap untuk melihat sel-sel dileher rahim apakah ada perubahan abnormal atau nggak. Ketika dinyatakan lolos, maka kamu berhak untuk vaksin.

Ruang_Tunggu_RS_Premiere_Bintaro_Nona_Hitam_Pahit

Dan saat vaksin pertama saya adalah saat di mana mami juga dalam keadaan cukup memprihatinkan. Sering meracau, kesadaran mulai menurun, dan susah makan. Saya masih inget pesan mami, selama masih ada rezeki dan sehat; minum vitamin… jangan lupa kalau perlu vaksin. Vaksin ya!


2 minggu sebelum vaksin, saya sudah melakukan beberapa riset dan survei rumah sakit mana saja yang bisa memberikan vaksin, jenis vaksin HPV yang tersedia, dan tentunya harga yang masih masuk kantong saya. Hingga pilihan jatuh pada RS Premiere Bintaro yang menawarkan paket 3 kali suntik vaksin Gardasil seharga 2.4 juta sudah termasuk jasa dokter dan administrasi. Kalau dibanding rumah sakit lain tentu ini merupakan penawaran terbaik yang ada. Pada 23 Juni akhirnya saya memutuskan untuk mengambil paket vaksin HPV. Pelunasan pembayaran dilakukan pada awal pendaftaran. Selebihnya tinggal bawa diri sama tunjukkan kartu vaksin aja.

First step-nya adalah saya akan diberikan form mengenai data diri yang dibutuhkan sebagai pasien. Kemudian, kamu akan diberikan daftar Pertanyaan Skrinning Pre Vaksinasi dan Surat Persetujuan Tindakan seperti gambar dibawah. Dalam form tersebut berisikan mengenai; apa kita memiliki alergi? Sedang hamil atau nggak? Memiliki riwayat Kawasaki?

Paket_Vaksin_Gardasil_Nona_Hitam_Pahit

Setelah semua diisi, kita akan diberikan 1 box injeksi Gardasil bersama es batu (sudah lengkap dengan suntikan baru di dalamnya), buku imunisasi orang dewasa, dan 1 tisu alkohol. Habis itu saya langsung dipersilahkan untuk cek tensi darah dan timbangan. Dokter yang menangani saya adalah dokter umum, Dr. Grace Valerina. Beliau menjelaskan bahwa nanti saya akan disuntik pada bagian lengan kiri atas. Setelah itu akan terasa sedikit pegal. Buku imunisasi tersebut gunanya untuk menjadwalkan kapan saja saya harus menerima vaksin. Karena suntik HPV itu berlaku 3x dengan pembagian interval bulan 0-2-6.

Vaksin_Gardasil_Nona_Hitam_PahitIseng nanya sekalian menghilangkan rasa gugup, kenapa serumnya dikasih bunga es? Ternyata memang, cairan protein tersebut harus dalam keadaan dingin atau suhu rendah. Setelah dikeluarkan dari freezer, harus cepat-cepat digunakan. Sambil ngobrol, Dokter Grace mempersiapkan semuanya. Hingga akhirnya saya disuntik dan… sakitnya dikit plus cepat banget! Benar-benar nggak berasa. Setelah disuntik, dokter menganjurkan saya duduk-duduk dulu di ruang tunggu barang 15 menit agar nggak oleng. Karena dibeberapa tubuh, serum bereaksi memberi efek pusing.

Terhitung hari ini saya udah menjalankan vaksin ke-2. Nanti dibulan Desember akan suntik untuk ke-3 atau terakhir dari 1 rangkaian vaksin ini. Jadi, masih mikir kalau vaksin HPV nggak penting dan hanya yang sudah sex aja? Coba, searching dan baca deh. Jadi masyarakat yang cerdas, yuk!

Today a reader, tomorrow a leader.
A good readers live a comment here ^ ^
I always try to reply your comment and visit back to your blog/website.
So, keep coming back and we can be a friend xoxo

4 thoughts on “Pencegahan Kanker Serviks

  1. Faradila Danasworo Putri says:

    Halloo mbaak. Makasih infonyaaa 🙂 aku juga rencana vaksin setelah hasil pap smear keluar nihh.

  2. Elnienesia Meirinza Putri Dewa says:

    sama-sama, mbaknya. Semoga berfaedah. Iya mbak. Lebih baik mencegah dr pd ngobatin. Lumayan kan pap smear bisa pk BPJS ^ ^ makasih udah mampir ya mbak

  3. ellen lukita says:

    Makasih banget say infonya.. Aku juga pengen vaksin kaLau ada rezeki, soalnya emang lebih baik mencegah dari pada mengobati ?

  4. Elnie says:

    sama-sama mbak Ellen… thank you for stopping by. Memang penting untuk mencegah dari pada mengobati ^ ^ mahal dibiaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.